| ArcView Tutorial
|
||
| Display Data on the Map Window, Browser, and Chart How Data in MapInfo Professional can be Shown and What Kind of Data Can Be Used In MapInfo |
||
| Introduction
|
||
|
|
13 March 2010, Saniscara Keliwon Landep MapInfo Professional is the leading Geographic Information System (GIS) software in the world that used to georeference analysis to produce a map or other kind of spatial data form. MapInfo Professional tutorial consist of introduction to GIS and MapInfo Professional, Display Geographic Data, Mapping with Layer, Selecting Data, Map Labeling, Table or Attribute/Tabular Data, Input Graphic or Spatial Data, Geocoding, Spatial Analysis, Thematic Mapping, Design Layout, and Application Example Recently, GIS in general and specially MapInfo Professional not only used as a tool to analyze a spatial data of natural resource, but also applied in almost all of the field such as economic and trade, social and culture, tourism, police, cellular, taxi service, and other. More than 80% data used in government and private company actually is the spatial data that refer to geographic position on the earth surface. Info tool adalah sarana yang disediakan oleh MI Pro untuk menampilkan data tabular dari suatu objek grafis yang ditunjuk. Cara menggunakan adalah sebagai berikut : -
Klik toolbar Info
pada kelompok toolbar - Arahkan dan klik pada bagian peta yang ingin diketahui informasi atributnya. - Window info tool akan tampil seperti pada gambar berikut.
Anda dapat menggunakan penggulung vertikal untuk melihat bagian data yang lain dalam satu record.
Untuk membuka file yang bersumber dari dBase, klik menu File - Open. Bila kotak dialog Open File muncul, pilih dBASE DBF (*.dbf) pada File of type. Kemudian tentukan letak/folder file dBASE tersebut disimpan dengan menavigasi kotak pilihan Look in. Pada contoh ini data tersebut disimpan di folder 'Mapinfo\data\dbf'. Bila anda telah berhasil, tampilan kotak dialog akan seperti pada gambar di bawah ini.
Pilih file penjualan, lalu klik Open. Kotak dialog dBASE
DBF Information akan muncul. Anda disuruh untuk menentukan File Character Set. Gunakan pilihan default [Windows US & W.
Pada saat file dBASE dibuka, MI Pro membuat satu file berekstensi tab dengan nama sesuai dengan nama file dBASE-nya, dalam contoh ini diberi nama 'Penjualan.tab'. File tersebut adalah file teks yang berisikan informasi tentang struktur file dBASE yang dibuka. Bila file 'Penjualan.tab' dilihat isinya dengan text editor akan tampil seperti pada gambar di bawah ini.
Bila file dBASE sudah pernah dibuka pada MI Pro sehingga file tabel sudah dibuatkan, maka untuk selanjutnya bila kita ingin membuka file tersebut lagi, kita tidak perlu membuka file dbf-nya melainkan cukup dibuka file table-nya (*.tab). Justru jika anda membuka file dbf yang sudah pernah dibuka sebelumnya, maka muncul pesan berikut.
Pesan tersebut berarti file ekternal (dbf) tersebut sudah pernah dibuka, sehingga file table-nya sudah pernah dibuat, apakah file tabel akan ditumpuk. Bila anda memilih OK, file tabel baru dengan nama 'Penjualan.tab' akan dibuat lagi, dan data akan ditampilkan. Sedangkan bila anda memilih Cancel, file tidak jadi dibuka. Untuk menghindari pesan ini muncul, bukalah file table-nya bila file eksternal telah pernah dibuka sebelumnya. Perlu di catat bahwa proses dan cara kerja MI Pro dalam menampilkan file eksternal yang lain (selain dbf) sama dengan di atas.
Membuka file Microsoft Excel di MI Pro sama dengan membuka file dBASE, hanya saja pada File of type dipilih Microsoft Excel (*.xls). Pada contoh di bawah ini nama file Microsoft Excel adalah 'Perikanan.xls' disimpan pada folder 'MapInfo\Data\Excel'. Kotak dialog Open File akan nampak seperti pada gambar berikut.
Pilih data yang akan dibuka, kemudian klik Open. Kotak dialog Excel Information akan ditampilkan sebagai berikut.
a b Workbook Microsoft Excel biasanya terdiri dari beberapa worksheet.
MI Pro hanya bisa menggunakan satu worksheet dalam satu tampilan tabel,
sehingga pada Pada contoh ini, kita akan menggunakan worksheet Sarana untuk latihan. Bila kita menentukan pilihan pada worksheet Sarana, maka isi sel dari worksheet tersebut akan ditampilkan pada Current Value, yaitu set A1 sampai D39. Kotak pilihan Use Row Above Selected Range for Column Titles berfungsi untuk memberitahu MI Pro apakah baris di atas range yang dipilih adalah judul kolom/nama field. Jika benar, isikan tanda rumput dengan mengklik kotak tersebut. Pada contoh file 'Perikanan.xls' tersebut Judul kolom terletak pada range A1:D1, sedangkan data A2:D39. Untuk itu agar data Microsoft Excel dapat diterjemahkan dengan benar oleh MI Pro, maka pilihlah Other, kemudian isikan range data 'Sarana!A2:D39 seperti pada gambar di bawah ini. Kemudian pilih OK.
Isikan tanda cek pada kotak cek Use Row Above Selected Range for Column Titles agar baris diatas A2:D39 dijadikan judul kolom. Lalu pilih OK untuk melihat tampilan data. Data Microsoft Excel akan ditampilkan pada window browser seperti berikut ini.
Tutuplah semua tabel dengan perintah File - Close All sebelum melanjutkan ke sesi berikunya.
Untuk membuka file yang berasal dari Microsoft Access, seperti biasa pilih menu File - Open, pada daftar pilihan File of type pilih Microsoft Access Database mdb). Kita akan menggunakan file 'Customer.mdb' yang disimpan pada folder 'MapInfo\Data\Access' untuk latihan. Kotak dialog Open File akan muncul seperti pada gambar berikut.
Klik Open, akan ditampilkan kotak dialog Open Access Table yang berisikan daftar tabel yang ada pada file Customer tersebut. Pilihlah salah satu tabel yang ada pada file customer.mdb. Pada contoh ini, kita akan menggunakan tabel pelanggan.
Klik OK untuk menampilkan data dalam window browser. Tampilan data pelanggan akan nampak seperti pada gambar di bawah ini.
Pada setiap tampilan browser, MI Pro selalu menampilkan jumlah data pada tabel tersbut pada baris status. Pada contoh ini, ada 2922 record data.
Data-data yang ditampilkan dari file dBASE, Microsoft Excel, dan Microsoft Access adalah data tabular tanpa mengandung informasi grafis (non mappable). Namun data itu penting untuk melengkapi data grafis yang telah ada maupun yang akan dibuat. Pada bab Regestrasi Data kita akan membahas bagaimana cara menghubungkan data tabular dengan data grafis.
ESRI Shapefile adalah file data dari program ArcView GIS. Mulai versi 7.0 MI Pro dapat membuka file ESRI Shapefile langsung dari kotak dialog open. Pada latihan ini, kita akan menggunakan file Bangli.shp yang tersimpan pada folder 'MapInfo\Data\ArcView'. Seperti biasa, klik menu File - Open untuk membuka file, pada kotak pilihan File of type pilih ESRI Shapefile (*.shp), kemudian pilih file Bangli seperti pada kotak dialog berikut.
Klik Open. Bila muncul kotak dialog penyimpanan, biarkan nama 'Bangli' sebagai nama file tabelnya, kemudian pilih Save. Kodak dialog Save Information akan muncul sebagi berikut.
Pada daftar File Character Set, gunakan nilai defaultnya. Yang perlu mendapat perhatian adalah pada Projection. Bila anda salah menentukan projection, data grafis (peta) tidak dapat ditampilkan. Pada contoh di atas, file 'Bangli.shp' dibuat dengan proyeksi UTM (Universal Tranverse Mecator). Klik Projection untuk menampilkan daftar proyeksi peta yang disediakan, kemudian pilih Universal Tranverse Mecator (WGS 84) pada kotak pilihan Category. Pada daftar pilihan Category Members pilih UTM Zone 50 Southern Hemisphere (WGS 84) karena daerah yang dipakai contoh terletak pada zone 50 lintang selatan. Perhatikan gambar di bawah ini.
Pilih OK untuk menutup kotak dialog Choose Projection. Kembali ke kotak dialog Shape Information, anda dapat mengklik Style untuk menentukan warna dasar peta dan warna garis peta. Atau tidak perlu diatur dan tetap membiarkan berwarna putih. Di bawah Projection, ada kotak cek Save Object Cache. Bila diaktifkan (enable), file-file yang dibuat saat membuka shapefile akan disimpan di hardisk saat data shapefile ditutup. Tetapi kalau tidak diaktifkan, file MI Pro yang telah dibuat akan dihapus setelah shapefile di tutup. Klik OK untuk melihat hasilnya. Tampilan data grafis dan data tabular seperti pada gambar berikut.
a b Tidak halnya seperti data yang berasal dari dBASE, Microsoft Excel atau Microsoft Access yang hanya mengandung informasi tabular, data shapefile terdiri dari data grafis dan tabular. Bila anda mempunyai file grafis yang dibuat di AutoCAD, anda dapat mengambilnya melalui import file. Dari menu Table pilihlah Import.
Remote sensing support for national forest inventoriesAbstractNational forest inventory programs are tasked to produce timely and accurate estimates for a wide range of forest resource variables for a variety of users and applications. Time, cost, and precision constraints cause these programs to seek technological innovations that contribute to measurement and estimation efficiencies and that facilitate the production and distribution of an increasing array of inventory data, estimates, and derived products. Many of the recent innovations have involved remotely sensed data and related statistical estimation techniques. Current applications of remote sensing in support of national forest inventories are reviewed for three areas: (1) observation or measurement, meaning using remotely sensed data in lieu of field observations or measurements; (2) estimation, meaning calculation of traditional inventory areal estimates such as forest area or volume per unit area; and (3) mapping. Future applications focus on two areas: augmenting field measurements with remotely sensed data obtained from lidar sensors and Internet accessible map-based estimation.Article Outline
Ronald E. McRoberts, Erkki O. Tomppo. 2009. Remote sensing support for national forest inventories. Remote Sensing of Environment, 110:412-419 .
ArcView GIS is released by ESRI. ArcView GIS is one of the most Geographic Information System (GIS) software that used to spatial analysis to produce a map in the world. The ArcView GIS Tutorial consist of introduction to GIS and ArcView GIS, View and Theme, Table or Attribute/Tabular Data, Geoprocessing, Report, Map Labeling, Input Graphic or Spatial Data, Spatial Analysis, Modeling, and Design Layout. Developing of the remote sensing technology that can produce a detail information from the satellite images about the earth surface, source of GIS data became wider. Now, processing result of remote sensing images can used as an input data on the GIS. Remote sensing data is a up to date data, because remote sensing data has a short time of temporal resolution or revisit time to capture part of the earth surface. 1. Luang 2. Pepet 3. Beteng 4. Laba 5. Keliwon 6. Aryang 7. Saniscara 8. Brahma 9. Jangur 10. Raja |
Custom Search
|
|
Copyright© 2008 www.rsandgis.com. All rights reserved.
|
||