Membuat Legenda - Mapinfo Professional Tutorial
Membuat Legenda

Pembuatan layout dan pencetakan peta merupakan perkerjaan terakhir dalam pembuatan peta setelah input, manajemen, dan analisis data selesai dilakukan. Data hasil input dan analisis pada window peta, browser, maupun grafik dapat dimasukkan, dikombinasikan, dan disusun pada window layout untuk membentuk suatu tampilan peta yang profesional. Namun sebelum kita membahas lebih jauh tentang layout, kita akan mengulas sedikit tentang cara pembuatan legenda.

Ada 2 macam legenda pada MI Pro, yaitu legenda tematik dan legenda kartografi. Cara membuat legenda tematik telah dibahas pada Bab Pemetaan Tematik. MI Pro secara automatis akan membuat legenda tematik bila peta tematik dibuat. Legenda tersebut dapat ditampilkan ataupun disembunyikan. Gunakan menu Options - Show Theme Legend Window untuk mengontrol tampilan legenda tematik. Di bawah ini akan dibahas cara membuat legenda katografi.

Langkah-langkah pembuatan legenda kartografi adalah :

1.    Buka peta yang akan dibuatkan legendanya, dan yakinkan window peta sudah aktif.

2.    Ambil menu Map - Create Legend, langkah 1 dari 3 langkah dalam pembuatan legenda akan muncul.

Gambar 15.1. Langkah pertama dalam pembuatan legenda kartografi.

Pilih layer yang akan dibuatkan legendanya. Kotak Layers di sebelah kiri adalah layer yang aktif, sedangkan pada kotak Legend Frames di sebelah kanan adalah layer yang akan dibuatkan legendanya. Gunakan tombol Add dan Remove untuk memilih layer yang akan dipakai. Tombol Up dan Down digunakan untuk mengatur urutan legenda.

3.    Klik Next ke langkah berikutnya.

Gambar 15.2. Langkah kedua dalam pembuatan legenda.

Pada langkah kedua ini, beberapa isian yang perlu dilengkapi adalah :

-        Isikan judul window legenda pada window title (bukan judul frame). Default artinya menggunakan nama layer sebagai judul window legenda. Bila ada lebih dari 2 layer yang aktif digunakan nama <layer1>, <layer2>, ? .

-        Pilih Portrait agar legenda memanjang ke bawah, atau Landscape untuk memanjang ke samping

-        Bila penggulung horisontal dan vertikal ingin ditampilkan pada window legenda, aktifkan kotak cek Scroll Bars.

-        Defaultnya Title Pattern diisi dengan # Legend, Subtitle Pattern dikosongkan, dan Style Name Pattern diisi dengan %. Tanda # mewakili nama layer. Misalnya pada Title Patern diisi dengan 'Legenda #', legenda pada layer 'Jalan' akan ditampilkan 'Legenda Jalan'. Hal yang sama juga berlaku pada Subtitle Patern. Sementara tanda % pada Style Name Pattern berarti tipe simbul data, misalnya point, line atau region. Anda dapat mengatur format font pada Title Pattern, Subtitle Pattern, dan Style Name Pattern. Dengan mengklik kotak (Aa) yang ada disamping kanannya.

-        Bila anda ingin mengisi kotak atau border pada masing-masing legenda aktifkan kotak cek Border Style. Ada juga dapat mengatur model border yang akan digunakan dengan mengklik kotak yang ada di samping kanan.

4.    Pada latihan kita ini, isikan Window Title dengan 'Legenda Bali' dan Title Pattern dengan 'Legenda #', sedangkan yang lainnya digunakan nilai default. Klik OK untuk ke langkah berikutnya.

Gambar 15.3. Langkah ketiga pembuatan legenda kartografi.

-        Isikan judul dan subjudul pada masing-masing frame pada kotak isian Title dan Subtitle.

-        Pada pilihan Style from, unique map style berarti satu simbul legenda dibuat untuk setiap model layer (map style), sedangkan unique value in column berarti satu simbul legenda dibuat untuk setiap nilai yang berbeda pada kolom.

-        Bila anda memilih unique value in column, anda harus menentukan kolom mana yang akan digunakan sebagai pembeda simbul pada kotak pilihan di bawahnya.

-        Label simbul legenda dapat diisi dari <Style Name Pattern>, kolom, dan ekspresi. Bila anda menggunakan <Style Name Pattern>, label akan diisi dengan point, line, dan region. Kalau memakai kolom, label akan disi dengan nilai yang ada pada kolom yang ditentukan. Sedangkan ekspresi, anda dapat membuat ekspresi untuk pembuatan label simbul legenda.

-        Ingat bahwa pengaturan di atas dapat dilakukan pada setiap frame. Pilih frame yang akan diatur pada Legend frame.

-        Pada contoh ini, digunakan Title 'Legenda Kota' dan 'Legenda Jalan' untuk frame 'Kota_Bali' dan 'Jalan_Bali'. Pilih unique map styles untuk kedua frame, dan Pilih ekpresi pada kotak Label styles with dan isikan 'Kota Kabupaten' dan 'Jalan' untuk 'Kota_Bali' dan 'Jalan_Bali'.

5.    Klik OK, tampilan legenda akan tampak seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 15.4. Beberapa model legenda.

6.    Legenda yang telah dibuat dapat dimodifikasi kemballi dengan leluasa. Aktifkan window legenda, kemudian pilih menu Legend - Add Frames untuk menambah frame (layer), Legend - Refresh untuk meng-update legenda bila ada perubahan pada layer rujukan, dan Legend - Properties untuk mengubah properti legenda seperti format, style, judul frame, dll.

Dalam aplikasinya legenda kartografi akan dipadukan dengan legenda tematik untuk memperoleh tampilan layout yang optimal. Bila window legenda kartografi telah aktif di layar, dan kita membuat peta tamatik, maka legenda tematik secara automatis akan ditambahkan pada window legenda kartografi. Perhatikan gambar di bawah.

Gambar 15.5. Gabungan antara legenda kartografi dan legenda tematik.

Apabila anda ingin mengimpan legenda yang telah dibuat, anda dapat menyimpannya dengan menu File - Save Workspace.

Mau Berkomentar?

Nama :

Alamat :
Komentar :
Ada 28 komentar telah masuk 1/6
Rifky. Semarang. bapak kenapa kok kalo kita mengatur skala selalu berubah ubah ya/misal kita masukan skala petama hasilnya 1:30.000 terus saya hapus dan saya masukan lagi kok malah berubah lagi menjadi 1:40.000 itu gimana pak?tolong pak dibantu di balas lewat fb saya pak (rifky woedel zamroh)makasih
Nara. Nara_rp2@yahoo.com. bapak saya kesulitan membuat callout ballon baner di labelling,.. bisa mnta tutorialnya lagi karena saya gag nemu theme properties dimana? Terima kasih
April Mt. April.tampubolon@yahoo.com. dua poligon setelah di union hasil poligon nya hilang, itu kenapa yaTerimakasih
April Mt. Kalimantan. dua poligon setelah di union hasil poligon nya hilang, itu kenapa yaTerimakasih
April Mt. Kalimantan. dua poligon setelah di union hasil poligon nya hilang, itu kenapa yaTerimakasih