| ArcView Tutorial
|
||
| Working with Attribut Data Tutorial about Table, Join, Link, Summarize, Statistic Value, Sorting, and Index |
||
| Introduction
|
||
|
|
9 September 2010, Wraspati Keliwon Kulawu ArcView GIS is released by ESRI. ArcView GIS is one of the most Geographic Information System (GIS) software that used to spatial analysis to produce a map in the world. The ArcView GIS Tutorial consist of introduction to GIS and ArcView GIS, View and Theme, Table or Attribute/Tabular Data, Geoprocessing, Report, Map Labeling, Input Graphic or Spatial Data, Spatial Analysis, Modeling, and Design Layout. Developing of the remote sensing technology that can produce a detail information from the satellite images about the earth surface, source of GIS data became wider. Now, processing result of remote sensing images can used as an input data on the GIS. Remote sensing data is a up to date data, because remote sensing data has a short time of temporal resolution or revisit time to capture part of the earth surface. Meringkas (summarize)
data dalam tabel merupakan pengelompokan data berdasarkan field tertentu.
Misalnya berapa luas masing-masing penggunaan lahan pada suatu daerah
penelitian, berapa rata-rata pendapatan per kapita tiap Contoh di bawah ini kita akan mengelompokkan peta lereng berdasarkan kelas lerengnya dan menghitung total luasan masing-masing kelas lereng tersebut. Data yang digunakan adalah Ler_gny.shp. Tampilan data grafis dan data atribut peta tersebut adalah sebagai berikut.
Pada tabel Attribute of Ler_gny.shp hanya terdapat informasi Id, ketler (keterangan atau kelas lereng), dan kode. Kita akan menambahkan satu field lagi dengan nama Luas_ha untuk mengisi luas masing-masing record atau unit lereng tersebut. Gunakan prosedur Start Editing, Add Field, dan Calculate seperti yang telah dibahas sebelumnya untuk menghitung luasan tersebut. Tampilan tabel yang telah ditambahkan informasi luas adalah sebagai berikut.
Sekarang kita akan mulai membuat ringkasan terhadap data tersebut. Langkah-langkahnya adalah : 1. Tandai nama field berdasarkan field mana data tersebut akan dikelompokkan. Dalam contoh ini kita akan mengelompokkan kelas lereng, maka tandai field Ketler dengan cara mengklik nama field tersebut. 2. Dari menu Field pilih Summarize, kotak dialog berikut akan muncul
Dalam proses pembuatan ringkasan ini, ArcView akan membuat tabel baru dengan nama sum1.dbf, sum2.dbf, dan seterusnya. Secara default akan disimpan pada folder temp. Bila anda ingin menyimpan hasil ringkasan ini pada folder dan nama yang berbeda klik tombol Save As dan tentukan folder dan nama file-nya. Pada kotak pilihan Field, tentukan field-field apa saja yang akan diikut sertakan dalam tabel ringkasan dan tentukan pula pada kotak pilihan Summarize by model ringkasan yang akan dibuat, apakah jumlah, rata-rata dan seterusnya. Klik tombol Add untuk menambah field tersebut dalam tabel hasil ringkasan. Contoh di bawah ini kita hanya ingin mengetahui total luasan masing-masing kelas lereng, sehingga pada dafar pilihan Field dipilih Luas_Ha dan pada summarize by dipilih Sum, kemudian klik Add. Tampilan kotak dialog akan tampak sebagai berikut.
Klik OK, hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.
Prosedur yang dilakukan di atas hanya menghasilkan ringkasan terhadap data tabular saja, tanpa ada perubahan dan hasil pada data grafis. Contoh di bawah ini kita akan melakukan ringkasan atau penggabungan (Merge) terhadap data grafis (theme). Ulangi langkah nomor 1 dan nomor 2 di atas. Sekarang pada daftar pilihan Field gunakan Shape, sedangkan pada Summarize by dipilih Merge. Tampilan kotak dialog Summary Table Definition akan tampak seperti gambar berikut.
Apabila anda menentukan Field Shape dan Summarize by Merge, maka ArcView disamping membuat tabel ringkasan, juga akan membuatkan theme yang telah dilakukan penggabungan pada kelas lereng yang sama. ArcView akan menanyakan kepada kita apakah theme tersebut akan ditampilkan pada View yang sedang aktif atau pada view baru seperti gambar berikut.
Pada contoh kita ini hasil ringkasan theme ditempatkan pada View1. Efek atau manfaat dari hasil tabel dan theme ringkasan ini, apabila kita memilih satu kelas lereng pada tabel ringkasan, secara automatis seluruh kelas lereng tersebut pada theme ringkasan akan ikut ditandai. Perhatikan gambar di bawah ini.
Tutorial ArcView GIS ini secara lengkap telah tersedia dalam bentuk buku dan telah dijual di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Judul Buku: Belajar Sendiri Menganalisis Data Spasial dengan ArcVeiw GIS 3.3 untuk Pemula, Pengarang: I Wayan Nuarsa, Penerbit: Elexmedia Komputindo Jakarta. Pesan secara on-line dapat discount, klik disini.
Sebelum mempelajari ArcView GIS, akan diperkenalkan SIG terlebih dahulu terutama menyangkut macam-macam data yang terdapat pada SIG. Data grafis, tabular, vektor, dan raster....Read more
Informasi atribut atau tabular dapat diperoleh dari tabel lain dalam ArcView. Melalui fasilitas join tabel, kita dengan mudah dapat mengambil informasi yang terdapat pada tabel yang berbeda...Read more
Untuk memudahkan melihat informasi pada suatu tabel, maka tabel dapat diurutkan berdasar?kan urutan tertentu. Urutan data dapat dilakukan secara Ascensing (urutan menaik, bila angka dari 0 ? 9, kalau huruf dari A ? Z) atau Descending (Urutan menurun, 9 ? 0, Z ? A)....Read more
Walaupun grafik telah selesai dibuat, kita masih tetap dapat memilih ulang field-field yang digunakan dalam grafik dengan cara menambah dan menghapus field-field yang telah dipilih....Read more
View terdiri dari beberapa theme. Cara penambahan theme pada view dibahas secara detail disini...Read more
Estimating field-plot data of forest stands using airborne laser scanning and SPOT HRG data...Read more
MapInfo Professional is the leading Geographic Information System (GIS) software in the world that used to georeference analysis to produce a map or other kind of spatial data form. MapInfo Professional tutorial consist of introduction to GIS and MapInfo Professional, Display Geographic Data, Mapping with Layer, Selecting Data, Map Labeling, Table or Attribute/Tabular Data, Input Graphic or Spatial Data, Geocoding, Spatial Analysis, Thematic Mapping, Design Layout, and Application Example Recently, GIS in general and specially MapInfo Professional not only used as a tool to analyze a spatial data of natural resource, but also applied in almost all of the field such as economic and trade, social and culture, tourism, police, cellular, taxi service, and other. More than 80% data used in government and private company actually is the spatial data that refer to geographic position on the earth surface. 1. - 2. Menga 3. Beteng 4. Menala 5. Keliwon 6. Aryang 7. Wraspati 8. Uma 9. Jangur 10. Manusa |
Custom Search
|
|
Copyright© 2008 www.rsandgis.com. All rights reserved.
|
||